RANGKAIAN LISTRIK
TEOREMA RANGKAIAN
Pada bab ini akan dibahas penyelesaian persoalan yang
muncul pada Rangkaian Listrik dengan
menggunakan suatu teorema tertentu. Ada beberapateorema
yang dibahas pada bab ini ,yaitu :
- TeoremaSuperposisi
(menjumlahkanarusataupuntegangan)
- TeoremaThevenin
(membukaresistansi R danmenghubungsingkat V)
- Teorema
Norton (menghubungsingkat R danmenghubungsingkat V)
Teorema Superposisi
Teorema
superposisi ini hanya berlaku untuk rangkaian yang bersifat linier.
Rangkaian
linier adalah suatu rangkaian dimana persamaan yang muncul akan memenuhi jika y
= kx,
k =
konstanta dan x = variabel.
Pada setiap rangkaian linier dengan beberapa buah sumber
tegangan/ sumber arus dapat dihitung
dengan
cara :
Menjumlah aljabarkan tegangan/ arus
yang disebabkan tiap sumber independent/ bebas yang bekerja sendiri, dengan
semua sumber tegangan/ arus independent/ bebas lainnya diganti dengan tahanan
dalamnya.
Pengertian
dari teorema diatas bahwa jika terdapat n buah sumber bebas maka dengan teorema
superposisi samadengan n buah keadaan rangkaian yang dianalisis, dimana
nantinya n buah keadaan tersebut akan dijumlahkan. Jika terdapat beberapa buah
sumber tak bebas maka tetap saja teorema superposisi menghitung untuk n buah
keadaan dari n buah sumber yang bebasnya.
Rangkaian
linier tentu tidak terlepas dari gabungan rangkaian yang mempunyai sumber independent
atau sumber bebas, sumber dependent / sumber tak bebas linier
(sumber dependent arus/ tegangan sebanding dengan pangkat satu dari
tegangan/ arus lain, atau sebanding dengan jumlah pangkat satu besaran-besaran
tersebut) dan elemen resistor ( R ), induktor ( L ), dan kapasitor ( C ).
Analisa rangkaian dengan teorema superposisi
Rangkaian
berikut ini dapat dianalisa dengan mengkondisikan sumber tegangan aktif/bekerja
sehingga sumber arusnya menjadi tidak aktif (diganti dengan tahanan dalamnya
yaitu tak hingga atau rangkaian open circuit). Oleh sebab itu arus i
dalam kondisi sumber arus OC yang
mengalir di R10Ω dapat ditentukan.
Kemudian
dengan mengkondisikan sumber arus aktif/bekerja maka sumber tegangan tidak
aktif (diganti dengan tahanan dalamnya yaitu nol atau rangkaian short
circuit). Disini arus i dalam kondisi sumber tegangan SC yang mengalir di R10Ω
dapat ditentukan juga. Akhirnya dengan penjumlahan aljabar kedua kondisi
tersebut maka arus total akan diperoleh.
Langkah-langkah
teorema superposisi :
Prinsip
superposisi adalah membuat masing-masing sumber tegangan berdiri sendiri
kemudian mencari nilai parameter yang dicari (arus, tegangan di tiap-tiap
resistor), kemudian menjumlahkan (superposisikan) sehingga didapat nilai pada
saat dua atau lebih sumber tegangan bekerja dalam waktu yang bersamaan.
a. Bila
rangkaian terdiri dari dua sumber tegangan, maka masing-masing sumber dibuat
bekerja sendiri-sendiri, atau jika sumber 1 aktif (ON), maka sumber lainnya non
aktif (OFF). Non
aktif di siniberartimembuatsumberlainterhubungsingkat (short circuit, SC).
Demikianjugabilasumber 2 ON, makasumberlainnya OFF.
b.
Menentukan nilai parameter-parameter seperti : hambatan
total rangkaian yang baru dan arus di setiap percabangan secara bergantian.
c.
Parameter yang diperoleh, kemudian dijumlahkan
(superposisikan) sehingga diperoleh nilai dari rangkaian total (saat kedua
sumber bekerja).
d.
Untuk mencari parameter yang lain berdasarkan hasil
superposisi sangat dimungkinkan, misalnya tegangan di R1, R2 & R3.
Untuk
memudahkan penggambaran, maka berikut diberikan langkah-langkah penyederhanaan
:
Misalnya
dari soal diminta untuk menentukan I1. I2, dan I3 dari rangkaian di bawah.
· Bila
V1 On, V2 off atau SC, maka analisanya sebagai berikut :
· Bila
V2 On, V1 off atau SC, maka analisanya sebagai berikut :
· Superposisikan
semua parameter yang telah diperoleh dari persamaan 1, 2, 3, dan 4.
I1 = Ia – Iy
(tanda – disini berarti Iy berlawanan tanda dengan asumsi arah I1)
I2 = (– Ib) + Ix
(tanda – disini berarti Ib berlawanan tanda dengan asumsi arah I2)
I3 = Ic + Iz
(tanda + disini berarti Ic & Iz searah dengan I3)
· Hitung
parameter-parameter yang lain bila memang diperlukan berdasarkan nilai
superposisi tersebut.
Teorema Thevenin
Pada
teorema ini berlaku bahwa :
Suatu rangkaian listrik dapat
disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber tegangan yang
dihubungserikan dengan sebuah tahanan ekivelennya pada dua terminal yang
diamati.
Tujuan
sebenarnya dari teorema ini adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian,
yaitu membuat rangkaian pengganti yang berupa sumber tegangan yang dihubungkan
seri dengan suatu resistansi ekivalennya.
Langkah-langkahTeoremaThevenin
:
PrinsipTheveninadalahmembuka
(open circuit)tahanan yang dicaridan men-SHORT CIRCUIT sumbertegangan.Kemudianmencaritegangan
yang tejadipadabagianrangkaian yang terbukatersebutatau yang
dikenaldenganTeganganTheveninnyalalumencaritahananpenggantinya.
a.
Tentukan komponen yang hendak dilepas, selanjutnya
tentukan titik ujung bagian rangkaian yang dilepas.
b.
Tentukan berapa nilai tegangan pada bagian yang dilepas
berdasarkan nilai tegangan input dari sumber tegangan sebelum dilepas.
c.
Setelah dilepas, maka yang menjadi sumber tegangan adalah
Thevenin (atau pada bagian yang dilepas tadi). Sumber tegangan semula di-SHORT
CIRCUIT, sehingga diasumsikan bahwa arus mengalir dari sumber Thevenin.
d.
Tentukan rangkaian pengganti Thevenin dengan asumsi bahwa
sumber tegangan Thevenin sebagai sumber tegangan bagi rangkaian dengan melihat
percabangan-percabangan tiap-tiap resistor yang ada.
e.
Gambarkan rangkaian ekivalen dari rangkaian Thevenin
seperti pada gambar di bawah dengan mensubstitusikan nilai parameter yang telah
diperoleh sebelumnya.
Langkah-langkah teoreme Thevenin :
Tentukan
nilai I2 pada rangkaian berikut dengan cara Thevenin :
· Buka
kedua ujung tahanan RL sehingga rangkaian RL dalam
kondisi OPEN SIRCUIT (OC) seperti gambar berikut.
· Dari
gambar di atas, berlaku Hukum Ohm I, dimana tegangan terbagi dua, yaitu : VR1
danVR3.
S V = 0
V1 = VR1
+ VR3
· Hubung
singkat sumber V1 sehingga yang menjadi sumber tegangan adalah VTH.
· Tentukan
tahanan pengganti Thevenin (RTh) dengan memandang rangkaian dari
arah VTh seperti gambar 2.7.
· Pasang
kembali RL yang sebelumnya dilepas untuk menggambarkan rangkaian ekivalen
berdasarkan nilai parameter yang telah diperoleh sebelumnya.
· Cari
nilai IL dengan cara :
· Cari
nilai VL dengan cara :
VL = IL * RL
Teorema Norton
Pada
teorema ini berlaku bahwa :
Suatu rangkaian listrik dapat
disederhanakan dengan hanya terdiri dari satu buah sumber arus yang
dihubungparalelkan dengan sebuah tahanan ekivelennya pada dua terminal yang
diamati.
Tujuan
teorema Norton adalah untuk menyederhanakan analisis rangkaian, yaitu dengan
membuat
rangkaian pengganti yang berupa sumber arus yang diparalel dengan suatu
tahanan
ekivalennya.
Prinsip Northonadalah men-SHORT CIRCUIT tahanan yang hendakdicariparameternyadansumbertegangan.KemudianmencariarusNorthondengansumberarusNorthonsebagaisumberuntukmenentukantahananpenggantinya
(tahanannorthonnya).
· Tentukan
komponen yang hendak dihubung singkat (di-SHORT CIRCUIT).
· Tentukan
berapa nilai tegangan pada bagian yang dilepas berdasarkan nilai tegangan input
dari sumber tegangan sebelum dilepas.
· Setelah
di-SC, maka yang menjadi sumber arus adalah Northon (atau pada bagian yang
di-SC). Sumber tegangan semula di-SHORT CIRCUIT, sehingga diasumsikan bahwa
arus mengalir dari sumber Northon.
· Tentukan
rangkaian pengganti Northon dengan melihat percabangan-percabangan tiap-tiap
resistor yang ada.
· Gambarkan
rangkaian ekivalen dari rangkaian Northon seperti pada gambar di bawah dengan
mensubstitusikan nilai parameter yang telah diperoleh sebelumnya.
Misalnya
rangkaian pada gambar 2.10 hendak dicari nilai IL dan tegangan VL.
maka langkahnya sebagai berikut :
· Hubung
singkat (SC) RL seperti pada gambar berikut.
· Tentukan
parameter yang bisa dihitung, misalnya arus northon.
· Hubung
singkat sumber tegangan V1, sehingga rangkaian menjadi :
· Mencari
tahanan pengganti Northon yang juga sama dengan tahanan pengganti Thevenin.
· Menggambarkan
rangkaian ekivalen Northon dengan mensubstitusikan semua nilai parameter yang
diperoleh.
· Tentukan
arus dan tegangan pada RL yaitu IL dan VL
A.RANGKAIAN LISTRIK KOMPLEK
Diketahui:
R1 = 1,4 Ohm
V = 1,5 V
rd = 0,1 Ohm
Ditanya: i = …..?
Jawab : Menerapkan hukum II Kirchoff.
i . R1 + i . rd + 1,5 V = 0
i . 1,4 Ω + i . 0,1 Ω + 1,5 V = 0
i . 1,5 Ω = – 1,5 V
i = – 1 A (negatif berarti arah arus terbalik)
B. KONSEP DASAR
1. jika tegangan pada elemen 6 V dan arus yang melewati terminal positifnya perhatikan pada grafik di bawah ini.Tentukan daya yang di serap elemen pada saat :
t = 1s
t = 2s
t = 4s
jawab :
a. pada saat t = 1s
P=V x t
P= 6x1
p= 6 watt
b. pada saat t =2s
P=VxI
P= 6x10
P= 60 watt
c. pada saat t= 4s
P=VxI
P=6x20
P=120 watt
2. Diketahui kurva arus terhadap waktu. Tentukan muatan total yang masuk ke elemen.
jawab :
Qtotal = q1 + q2
= (i1xt1) + (i2xt2)
= (2 x 3) + (4 x 4)
= 6 + 16
Qtotal = 22 coulomb
C.HUKUM OHM
Jika diberikan besar resistor R1 = 10 Ohm,
R2 = 40 Ohm dan R3 = 120 ohm serta tegangan sumber baterai sebesar 12 Volt.
Tentukan arus listrik yang mengalir pada rangkaian tersebut?
Pembahasan:
Diketahui:
R1 = 10 Ohm
R2 = 40 Ohm
R3 = 120 Ohm
Vs = 12 Volt
Ditanya : Tentukan arus yang mengalir pada rangkaian
tersebut?
Langkah 1 : Selesaikan terlebih dahulu resistor yang
tersusun secara paralel (R2 paralel R3)
Langkah 2 : setelah R2 dan R3 di paralelkan maka diperoleh
rangkaian R1 seri Rp. Dimana besarnya adalah
Rs = R1 + Rp = 10 Ohm + 30 Ohm = 40 Ohm
Langkah 3 : Gunakan Hukum Ohm untuk menentukan nilai arus
rangkaian
V = I R
I = V / R
I = (12 Volt) / (40 Ohm) = 0,3 A
Jadi, besar arus yang mengalir pada
rangkaian tersebut adalah 0,3 A
D.HUKUM KIRCHOFF
Pertanyaan: Berapakah I4?
Jawab:
Dari gambar rangkaian yang
diberikan diatas, belum diketahui apakah arus I4 adalah arus masuk atau keluar.
Oleh karena itu, kita perlu membuat asumsi awal, misalnya kita mengasumsikan
arus pada I4 adalah arus keluar.
Jadi arus yang masuk adalah :
Arus yang keluar adalah :
I1 + I4 = 5 + I4
3 = 5 + I4
I4 = 3 – 5
I4 = -2
Karena nilai yang didapatkan
adalah nilai negatif, ini berbeda dengan asumsi kita sebelumnya, berarti arus
I4 yang sebenarnya adalah arus masuk.
E.HUKUM KIRCHOFF 2
Berapakah kekuatan arus yang
mengalir dalam sebuah rangkaian arus listrik jika R1 = 2 Ώ, R2 = 4 Ώ, dan R3 =
6 Ώ.
Pembahasan:
Untuk menyelesaikan soal
tersebut, Gunakan Hukum Kirchoff 2.
Untuk langkah yang pertama, Tentukan arah arus dan loopnya.
Lalu kemudian arahkan loop searah dengan arah berputarnya jarum jam.
Untuk langkah yang pertama, Tentukan arah arus dan loopnya.
Lalu kemudian arahkan loop searah dengan arah berputarnya jarum jam.
(R1 – E1) + ɩ (R2)
+ ɩ (R3 + E2) = 0
(R1 +R2 + R3 +
(E1– E2) = 0
(2Ώ + 4 Ώ + 6 Ώ) +
3V – 9V = 0
12 ɩ – 6V = 0
12 = 6V Maka ɩ
ialah 0.5 A
F. ELEMEN AKTIF
Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi, pada mata kuliah Rangkaian Listrik yang akan dibahas pada elemen aktif adalah sumber tegangan dan sumber arus. Pada pembahasan selanjutnya kita akan membicarakan semua yang berkaitan dengan elemen atau komponen ideal. Yang dimaksud dengan kondisi ideal disini adalah bahwa sesuatunya berdasarkan dari sifat karakteristik dari elemen atau komponen tersebut dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Jadi untuk elemen listrik seperti sumber tegangan, sumber arus, kompone R, L, dan C pada mata kuliah ini diasumsikan semuanya dalam kondisi ideal.
1. Sumber Tegangan (Voltage Source)
Sumber tegangan ideal adalah suatu sumber yang menghasilkan tegangan yang tetap, tidak tergantung pada arus yang mengalir pada sumber tersebut, meskipun tegangan tersebut merupakan fungsi dari t.
Sifat lain :
Mempunyai nilai resistansi dalam Rd = 0 (sumber tegangan ideal)
a. Sumber Tegangan Bebas/ Independent Voltage Source
Sumber yang menghasilkan tegangan tetap tetapi mempunyai sifat khusus yaitu harga tegangannya tidak bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya, artinya nilai tersebut berasal dari sumbet tegangan dia sendiri. Simbol :
b. Sumber Tegangan Tidak Bebas/ Dependent Voltage Source
Mempunyai sifat khusus yaitu harga tegangan bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya.
Simbol :
2. Sumber Arus (Current Source)
Sumber arus ideal adalah sumber yang menghasilkan arus yang tetap, tidak bergantung pada tegangan dari sumber arus tersebut.
Sifat lain :
Mempunyai nilai resistansi dalam Rd = ∞ (sumber arus ideal)
a. Sumber Arus Bebas/ Independent Current Source
Mempunyai sifat khusus yaitu harga arus tidak bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya.
Simbol :
b. Sumber Arus Tidak Bebas/ Dependent Current Source
Mempunyai sifat khusus yaitu harga arus bergantung pada harga tegangan atau arus lainnya.
Simbol :
CONTOH SOAL :
Tentukan daya pada rangkaian elemen di bawah ini :
Jawab :
P1 = I x V
P1 = 8 x 4
P1 = 32 watt
P2 = I x V
p2 = 4 x 8
P2 = 32 watt
G. ELEMEN PASIF
1. Resistor (R)
Sering juga disebut dengan tahanan, hambatan, penghantar, atau resistansi dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus , dan pembagi tegangan.
Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis bahan resistor itu sendiri
(tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor itu sendiri dan luas penampang dari resistor itu sendiri.
Secara matematis :
R = ρ l A
dimana : ρ = hambatan jenis
l = panjang dari resistor
A = luas penampang
Satuan dari resistor : Ohm ( Ω)
Jika suatu resistor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung dari resistor tersebut akan menimbulkan beda potensial atau tegangan. Hukum yang didapat dari percobaan ini adalah: Hukum Ohm.
Mengenai pembahasan dari Hukum Ohm akan dibahas pada bab selanjutnya.
VR = IR
contoh :
Resistor R1, R2, R3 dan R4 tersusun secara seri dengan tegangan 15 Volt. Jika besar masing-masing resistor adalah 1 kohm, 2 kohm, 4 kohm dan 8 kohm, Hitunglah besar Resistor?
Resistor R1, R2, R3 dan R4 tersusun secara seri dengan tegangan 15 Volt. Jika besar masing-masing resistor adalah 1 kohm, 2 kohm, 4 kohm dan 8 kohm, Hitunglah besar Resistor?
Pembahasan :
Diketahui:
R1 = 1 kohm
R2 = 2 kohm
R3 = 4 kohm
R4 = 8 kohm
Vt = 15 Volt (Vt adalah Tegangan Total Rangkaian)
Ditanya :
Hitungalah Hambatan Total Resistor Yang Tersusun Secara Seri
Rs = R1 + R2 + R3 + R4
Rs = 1 kohm + 2 kohm + 4 kohm + 8 kohm = 15 kohm
2. Kapasitor (C)
Sering juga disebut dengan kondensator atau kapasitansi. Mempunyai fungsi untuk membatasi arus DC yang mengalir pada kapasitor tersebut, dan dapat menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.
Nilai suatu kapasitor tergantung dari nilai permitivitas bahan pembuat kapasitor, luas penampang dari kapsitor tersebut dan jarak antara dua keping penyusun dari kapasitor tersebut.
Secara matematis :
C = ε A/d
dimana : ε = permitivitas bahan
A = luas penampang bahan d = jarak dua keping
Satuan dari kapasitor : Farad (F)
Jika sebuah kapasitor dilewati oleh sebuah arus maka pada kedua ujung kapaistor tersebut akan muncul beda potensial atau tegangan, dimana secara matematis dinyatakan :
ic =C dvc/ dt
Penurunan rumus :
Q = CV
dq = Cdv dim ana :
i = dq/dt
dq = i.dt
sehingga :
i.dt = Cdv
i = C dv/dt
Dari karakteristik v - i, dapat diturunkan sifat penyimpanan energi pada kapasitor.
p = dw/dt
dw = p.dt
∫ dw = ∫ p.dt
w = ∫ p.dt = ∫ vi.dt = ∫ vC dv dt = ∫ Cvdv
Misalkan : pada saat t = 0 maka v = 0
pada saat t = t maka v = V
Jika kapasitor dipasang tegangan konstan/DC, maka arus sama dengan nol. Sehingga kapasitor bertindak sebagai rangkaian terbuka/ open circuit untuk tegangan DC.
CONTOH SOAL :
CONTOH SOAL :
Perhatikan rangkaian
3 buah kapasitor di hubungkan seri paralel di bawah ini ! berapa farad nilai
kapasitas penggantinya jika di ketahui :
Jawab :
Kerjakan seri
terlebih dahulu
1/Cs = 1/C1
+ 1/C2
= 1/70 + 1/35
CS =70/3
Ct = CS+C3
= 23.3 + 60
3. Induktor/ Induktansi/ Lilitan/ Kumparan (L)
Seringkali disebut sebagai induktansi, lilitan, kumparan, atau belitan. Pada induktor mempunyai sifat dapat menyimpan energi dalam bentuk medan magnet.
Satuan dari induktor : Henry (H)
Arus yang mengalir pada induktor akan menghasilkan fluksi magnetik ( φ ) yang membentuk loop yang melingkupi kumparan. Jika ada N lilitan, maka total fluksi adalah :
λ = LI
L = λ/I
v = dλ/dt = L di/dt
Dari karakteristik v-i, dapat diturunkan sifat penyimpan energi pada induktor.
p = dw dt
dw = p.dt
∫ dw = ∫ p.dt
w = ∫ p.dt == ∫ vi.dt = ∫ L di i.dt = ∫ Li.di
Misalkan : pada saat t = 0 maka i = 0
pada saat t = t maka i = I
Jika induktor dipasang arus konstan/DC, maka tegangan sama dengan nol. Sehingga induktor bertindak sebagai rangkaian hubung singkat/ short circuit.
contoh soal :
Diperlukan
nilai induktansi sebesar 15mH pada rating arus 2A,bagaimana cara menghitung
nilai inductor untuk memperoleh nilai yang diharapkan tersebut?
Jawab :
Dua buah inductor
dengan ukuran masing-masing 35mH (15x2)
L=(L1XL2)/(L1+L2)
L=(35mHx35mH)/(35+35)
L=1.225 x
70
L= 20mH







































Komentar
Posting Komentar